Birahi Ibu Berjilbab Di Atas Kapal [4]

Sroorkkk.. cororkk setelah setengah jam.. saat-saat aku mo keluar… langsung kuminta Lia untuk berbalik dan kutusukan kontolku lewat belakang (gaya doggy).

“Ooougghhhh enak sekali memekmu Lia.” sahutku.

Blesss blesss..

“Mass enakk..”

Kupompa kontolku secara cepat dan akhirnya..

“Lia kita keluarin sama-sama yah”

“Iiiiiiyyya mass ohhhuuu sssss..hhhh massss aaaaaaaaaahhhh..”

Kuteriak agak keras dan akhirnya air pejuku muntah juga kedalam memeknya.

“Ooh mas enak sekali Lia lemas neh” sahutnya.

Setelah beberapa menit… Lia mohon pamit kembali ke kamarnya karena sudah tinggalin anaknya 3 jam tuh.. akhirnya aku juga tidur.

Keesokan harinya kita berdua terlambat bangun pagi.. dan aku pikir lebih baik bersiap-siap aja untuk beberapa jam akan sandar di pelabuhan Tanjung Priok saat aku lagi berbenah-benah. Kudengar ketokan di pintu dan suaranya Lia terdengar dari luar sana,

“Mas.. udah siap-siap yah..?” tanyanya.

“Iya neh..” sambil kulirik dia membawa anaknya.

“Ayo masuk dulu..” jawabku.

“Lia udah siapin barang-barangnya yah?” tanyaku.

“Ya udahlah mas, maka itu kita kesini mo memastikan, siapa tau mas masih belum bangun gara-gara semalam” bisiknya di telingaku.

“Hhhmmm Lia kamu itu makin menggemaskan aja” sambil kucolek pantatnya.

“Wow kelihatannya dia nggak pake celana dalam neh.” ucapku dalam hati aku jadi pengen buktiin neh tapi bagaimana yach? Soalnya dia bersama anaknya neh dan sebentar lagi kira-kira 2 jam-an udah mo nyampe di pelabuhan neh waaahhh. Aku jadi tambah panas dingin neh kulihat lia menghempaskan pantatnya di tempat tidurku anaknya juga disebelahnya.

“Lia kamu kok tambah cantik yah, memakai jilbab dan terusan (longdress) itu” ujarku.

“Aahh mas ini pasti kalo ngebilang itu ada maunya yach” selidiknya sambil senyum.

“Tau aja” sahutku.

Sambil kubereskan pakaianku dan kumasukin ke dalam tas, kulihat anaknya udah mulai rewel neh ndak tau kenapa yah. Kali aja udah mulai ngantuk atau udah tau yah mamanya mo pikiran ngeres mama.

“Ari kembali ke kamar dulu yach” tanya anaknya.

“Mo ngapain Ri?” tanya mamanya.

“Mo bobo bentaran aja ngantuk neh”

“Oohh ya udah kalo gitu, ntar lagi mama nyusul khan tinggal sejam lagi kita nyampe Ari bobo dulu yah ntar mama bangunin” sahut mamanya.

Langsung serta merta Ari pamit ke kamarnya dan kututup pintu kamarku. Tanpa menunggu lama lagi kuangkat longdressnya.

“Ooohhhh.. mass mo ngapain?” pekik Lia.

Hhhmmmmppp betul yang kuduga Lia tidak pake celana dalam pasti udah mo ngerasain kontolku lagi yah langsung kujilati saja memeknya.

Read More »

Birahi Ibu Berjilbab Di Atas Kapal [3]

Kupompa kontolku.

Srooortkkk.. sluururppp sreet bellsss..

“Uufghhh masss enak sekali… hmmmm”

“Iya yyahh oohhh.. Lia ayookk kita keluarin bersama-sama”

“Oooggghh mass… aku mo keluarrrrr oogghhrrr ahhhhh…”

Langsung badannya Lia jatuh ke tempat tidur sambil tetap menungging membelakangi aku dan tanpa menunggu lagi kutusukkan kontolku lagi .

Bleessssssssss…

“Ooohhhh masss enakkk… cepattttaaannn iiiiiyya Lia..”

“Oooohh mas hampir keluar neh…”

“Ooghhhs… oohhhh Liaa… siiappp…”

Croootttttt… croottt… crooott… ughhh…

Tumpah ruah air maniku kedalam memeknya lagi tak lama air maniku keluar. So anaknya juga udah mulai bangun dan kita langsung bereskan diri dan menuju ruang makan.

Selama empat hari kita selalu bercinta, namun Lia tidak pernah telanjang alias jilbab dan bajunya masih menempel di badan dan aku pun tak mempermasalahkan itu yang penting memeknya yang ranum hhmmmm hingga suatu malam hari ke enam dan rencananya besok kapal kita sudah nyampe di Jakarta aku sedang santai sambil tiduran di dalam kamar hanya mengenakan celana pendek.

Tok tok kudengar ketukan pintu kamarku,

“Siapa yah?” tanyaku.

“Ini Lia mas” jawab suara diluar.

Serta merta aku berdiri dan membuka pintu hmmm.. Kulihat Lia hanya mengenakan daster panjang tanpa mengenakan jilbab.

Oohhhh.. cantiknya dan putih sekali lehernya itu semenit aku terpana di depan pintu.

“Mas boleh aku masuk?” tanyanya langsung.

Aku tersentak kaget.

“Ooh iya.. ya silahkan Lia” sahutku.

“Ada apa ne Lia, malam-malam kesini?” tanyaku.

“Ndak neh aku mo nanya aja.. besok khan kita udah nyampe Jakarta, trus mas langsung pulang yah” tanyanya.

“Iya sih soalnya lusa udah masuk ngantor” terangku kepadanya.

“Ooooohh.. ya udah deh Lia langsung pulang ke kampung aja dech..” jawabnya.

Setelah kita ngobrol panjang lebar. Lia pamitan mo kembali ke kamarnya, dikarnakan jam udah menunjukan pukul 9 malam, namun disaat dia mo berdiri, kupegang tangannya dan kuciumi sambil kujilati telapak tangannya sampai ke pangkal lengannya.

“Ooouuhhh mas geli ahh”

Tanpa kujawab kujilati lehernya yang putih mulus itu.

Sluurrppp.. slurppp shhhh ssss.

“Ooohh mas sluurrp.”

Kutelusuri lehernya yang jenjang kadang kugigit-gigit kecil.

“Ooowhh massss ohhh..”

“Lia aku ingin bersamamu malam ini” ujarku dia diam sambil menundukkan kepalanya.

Read More »

Birahi Ibu Berjilbab Di Atas Kapal [2]

Kubuka celana panjang dan sekalian celana dalamku.

“Uupps besar sekali mas punyamu” sahutnya.

“Silahkan lia apa yang kamu inginkan” ujarku.

Lia langsung menyodorkan mulutnya dan menghisap kontolku dengan mahirnya.

“Uugghhhhff Lia kamu pintar juga yach sama suamimu juga sering beginian yach?”

“Mmmrmmmrpp.. nggak masss jarang kok”

Setelah sekian menit aku langsung memberhentikan isapannya pada kontolku dan langsung menaikkan dasternya tanpa melepas jilbabnya dan Lia membuka kedua pahanya menanti kontolku memasuki dirinya.

“Ayok mas.. cepatan”

“Oohhggghh”

Ppelan-pelan kutempelkan kontolku di permukaan memeknya.

“Ooufghhhh”

Baru aja kepala kontolku masuk udah terasa nikmat.

“Dooorong mas enaeekkk mass oughhhh”

Kudorong pelan-pelan masuk dan

Bleeeeeeeeeesss..

“Uughhf”

Aakhirnya masuk semua kontolku kedalam memeknya. Kudiami beberapa saat dan mulailah kupompa kontolku di dalam memeknya.

Read More »

Birahi Ibu Berjilbab Di Atas Kapal [1]

Ufhhh.. Akhirnya usai sudah kegiatan yang menjemukan selama 2 minggu di sini dan aku mo balik ke Jakarta untuk refresh neh oh iya namaku Andi umur 30 tahun sekarang aku bekerja di perusahaan swasta, ciri-ciri tubuhkan yahh.. untuk postur Indonesia udah cukup di perhitungkan neh.. heheheh

Besok aku mo pulang ke Jakarta setelah mengikuti kegiatan dari Perusahaan di Kota ini di ujung Timur Indonesia neh aku mo naik kapal laut aja dech karena selama ini kalau bepergian aku belum pernah naik kapal laut so akan aku coba aja dech walaupun itu di tempuh dng lama perjalanan 1 minggu wahhhh pusing juga neh setelah membeli Tiket kapal laut kelas 1 aku langsung berkemas-kemas untuk persiapan besoknya berangkat.

Tiba saatnya aku menuju pelabuhan setelah segala macam proses pemeriksaan tiket dan bercampur aduk dengan para penumpang. So akhirnya aku naik dan masuk ke kamarku yang kelas 1 dan tentunya kamar kelas 1 aku yang sendiri menempatinya langsung aku bergegas membersihkan diri (mandi neh..) setelah mandi diatas aku berjalan-jalan di Dek kapal sambil menunggu sebentar lagi kapal akan berangkat.

“Wahhh.. kalo selama 1 minggu diatas kapal tidak ada yang bisa bikin buat seger jadi tambah pusing neh.” ujarku di dalam hati.

Setelah melihat-lihat sekeling kapal dan akhirnya aku berdiri di pinggiran kapal sambil melihat kebawah siapa tau aja ada yang bisa nemanin aku selama seminggu ini hehehhe..

Mataku tertuju pada seorang ibu muda berjilbab kira-kira berumur 27 tahunan bersama anaknya yang kira-kira 5 tahunanlah dan sebelahnya di antar seorang lelaki yang kemudian mencium kening ibu itu dan anaknya setelah itu mereka berdua naik ke kapal dan tak lama kemudian kapal berangkat meninggalkan pelabuhan dan lelaki itu melambaikan tangganya kepada ibu dan anaknya setelah kapal menjauh dari pelabuhan, hmmm aku mulai mendekati ibu muda itu dan mulai berkenalan.

“Namaku Andi, aku tujuan Jakarta” ujarku.

Read More »